Tampilkan postingan dengan label Berita Koperasi. Tampilkan semua postingan

Dekopin Dorong Koperasi Jadi Pelaku Ekonomi Dominan


Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) mendorong koperasi menjadi pelaku ekonomi dominan di Indonesia, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas. Sejauh ini, tercatat ada sekitar 206.000 unit koperasi.

Ketua Umum Dekopin Nurdin Halid selepas acara pembukaan Up Grading 1.000 Pemandu Lapenkop (Lembaga pendidikan perkoperasian) di Gedung Sudirman, Kompleks SECAPA AD, Bandung, Selasa (19/5/2015).

"Dalam dua tahun terakhir ini, Dekopin sudah melakukan pemetaan potensi koperasi. Dari 206.000 koperasi yang ada, sudah terpetakan sekitar 12.000. Pemetaan ini sebagai langkah menuju cita-cita menjadikan koperasi sebagai soko guru perekonomian negara," katanya.

Mantan ketua PSSI ini mengatakan, keberhasilan swasembada beras di zaman orde baru karena besarnya peran koperasi. Juga di saat krisis moneter melanda, yang membuat negara tidak bangkrut adalah koperasi.

"Sejak lima tahun lalu koperasi mulai dibangkitkan, dengan mengejar kuantitas sehingga hasilnya bisa mencapai angka 206.000 unit. Tahun ini kita akan dorong pelaku koperasi ini memiliki kualitas. Sehingga penciptaan koperasi menjadi pelaku ekonomi dominan bukan hanya segi kuantitas, tapi juga kualitas," tutur dia.

Berbagai permasalahan koperasi seperti banyak koperasi sudah tidak bisa dibangkitkan, koperasi papan nama (koperasi yang hanya tersisa struktur organisasi), menteri koperas pun sudah instruksikan agar segera dicabut.

"Tahun ini kita mengembangkan proses, yang tidak berbadan hukum akan langsung dicabut," tegasnya.

Sementara, terkait pemandu Lapenkop, dia memandang ini sebagai ujung tombak Dekopin dalam memasyarakatkan koperasi sekaligus mengkoperasikan masyarakat. Sebuah perjuangan yang berjenjang dari bawah.

"Mengutip kata-kata Abraham Lincoln bahwa kekuatan yang paling dahsyat adalah kekuatan pemikiran. Makanya, Dekopin selalu bertekad dan berjuang demi mewujudkan mimpi koperasi sebagai soko guru perekonomian Indonesia, koperasi harus jadi dominan dalam ekonomi di negeri ini pada 2045," jelas pria yang sudah aktif di koperasi sejak usia 14 tahun ini.

Di tempat yang sama, Deputi Pengembangan SDM Kemenkop Prakoso Budi Susetyo menambahkan, data keragaan koperasi bisa diketahui di website, baru setengahnya yang bisa diupdate. Setiap orang bisa mengaksesnya untuk mengetahui keanggotaan, kelembagaan, dan seperti apa gerak masing-masing unit koperasi.

"Kita bangun koperasi dari bawah. Oleh karenanya, sinergi harus dibangun di antara berbagai pihak," tandasnya.

sumber: http://ekbis.sindonews.com/read/1002901/34/dekopin-dorong-koperasi-jadi-pelaku-ekonomi-dominan-1432026008
Selasa, 08 September 2015

Koperasi dapat Wujudkan Swasembada Pangan


Menteri Koperasi dan UMKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga Indonesia mengatakan, Indonesia masih sangat tergantung pada komoditas impor seperti beras, jagung, kedelai, dan gula. Namun, melalui koperasi, target swasembada pangan bisa tercapai.

"‎Pemberdayaan koperasi tersebut bisa dilakukan dengan mengalihkan dana subsidi BBM untuk koperasi. Melalui skema ini, maka koperasi bisa dimaksimalkan untuk mendorong terciptanya swasembada pangan dan mempercepat kesejahteraan penduduk," terangnya dalam seminar Jakarta Food Security Summit-3 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Kamis (12/2/2015).

Berdasarkan data, 99% pelaku usaha mikro merupakan UKM perorangan atau di bawah koperasi, sehingga untuk pemerataan kesejahteraan maka perlu diberikan peran yang lebih kepada koperasi.

Menurutnya, ‎realisasi swasembada pangan tersebut bisa memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai target 5,7%. "Koperasi juga bisa memperkecil ketimpangan sosial di masyarakat dan memenuhi rasio gini ‎yang ditargetkan pemerintah 4,0%," tukas Puspayoga.

sumber: http://ekbis.sindonews.com/read/963731/34/koperasi-dapat-wujudkan-swasembada-pangan-1423745952

Kopkar Dinilai Solusi Peningkatan Kesejahteraan Buruh

Keberadaan koperasi karyawan (kopkar) dinilai bisa menjadi alternatif solusi bagi peningkatan kesejahteraan buruh. Betapa tidak, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi memicu kenaikan harga kebutuhan pokok yang mengancam kesejahteraan kalangan buruh.

Demikian diungkapkan oleh Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikor Kecil dan Menengah (KUMKM) Jawa Barat Anton Gustoni kepada wartawan, Kamis (27/11/2014).

“Meskipun sudah ada penetapan Upah Minimun Kabupaten/Kota (UMK) dan terjadi kenaikan dari tahun sebelumnya, tapi tetap saja dipandang tidak menjamin meningkatkan kesejahteraan. Pada kenyataannya buruh meminta kenaikan upah dan tiap tahun, penetapan UMK selalu berlangsung panas,” tuturnya.

Karenanya, dia menyarankan kepada kalangan buruh untuk mengoptimalkan keberadaan kopkar. Menurutnya, karyawan di sebuah perusahaan dapat membentuk sebuah koperasi. Dengan potensi keanggotaan yang sangat banyak, koperasi karyawan akan mudah berkembang. “Target segmen bisnisnya juga mengarah kepada buruh,” sebutnya.

Dia menerangkan, ada sejumlah kopkar sudah masuk kategori kelas koperasi besar dengan aset miliaran rupiah. Dari 25.252 koperasi yang ada di Jabar, peringkat 4 besar merupakan koperasi karyawan.

“Bentuk usaha yang dijalankan oleh kopkar bisa beragam unit usaha mulai dari serba usaha, simpan pinjam dan lain-lain. Dengan begitu, kopkar bisa cepat tumbuh dengan banyaknya unit usaha tersebut. Jika sebuah koperasi hanya mengandalkan simpan pinjam, maka akan sulit untuk tumbuh,” katanya.

Dia menambahkan, pihaknya mendorong kopkar berskala besar untuk tidak hanya masuk data base, tetapi lebih dari itu. Kopkar dengan kategori kelas koperasi besar didorong untuk bisa ‘go internasional’.

“Kami menghadirkan Koperasi Sento yang berasal dari Jepang untuk memberikan pembekalan kepada kopkar besar. Mereka sangat maju dan berskala internasional, bahkan memiliki sejumlah perusahaan,” tuturnya.

Dihubungi terpisah, Wakil Ketua Kadin Jabar Bidang Kemitraan dan UMKM Iwan Gunawan mengatakan, buruh wajib mendukung kopkar dengan cara menggunakan produk/jasa yang dimiliki kopkar. Dengan cara ini koperasi akan cepat tumbuh.

“Tidak hanya buruh, perusahaan juga wajib mendukung pertumbuhan kopkar ini. berbagai cara bisa dilakukan seperti membeli bahan baku atau peralatan operasional melalui koperasi. Kemajuan kopkar akan melahirkan benefit bagi buruh juga perusahaan. Tidak menutup kemungkinan perusahaan mendapat dukungan permodalan dari kopkar,” paparnya.

Keberadaan kopkar ini, kata dia, akan merangsang jiwa kewirausahaan buruh. Dengan cara ini maka buruh akan mendapat pendapatan tambahan selain dari upah.

“Unit usaha yang ada di kopkar bisa dimanfaatkan oleh para buruh untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan mereka. Misalnya, mereka memasok barang kebutuhan yang dijual di kopkar,” katanya.

sumber : http://ekbis.sindonews.com/read/929956/34/kopkar-dinilai-solusi-peningkatan-kesejahteraan-buruh-1417096297

- Copyright © Konsultan Koperasi -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -