Tampilkan postingan dengan label Koperasi Self Financing. Tampilkan semua postingan

Kapan Koperasi Bisa Self Financing?

"Sungguh pun begitu, orang yang mempunyai keyakinan tak boleh patah hati melihat tingginya gunung yang harus didaki, sebelum kita sampai kepada cita-cita kita. Kekuatan kita akan bertambah dengan tingginya gunung yang didaki, kesanggupan kita akan lebih besar, asal kita tetap berpegang pada self-help. Satu waktu koperasi Indonesia harus memperlihatkan kesanggupannya akan self financing, membelanjai diri sendiri."

Sudahkah 'satu waktu' itu tercapai saat ini? Dengan malu saya menjawab 'Belum, masih jauh'. Bahkan yang tadinya koperasi memiliki bank sendiri pun, Bank Umum Koperasi Indonesia (Bukopin), sekarang kepemilikannya pun sudah dibagi dengan swasta. Jalan panjang yang entah siapa lagi berani memulai setelah kegagalan di masa lalu. Entah siapa yang berani mengorbankan dirinya, menyusahkan diri untuk memperjuangkan pembiayaan mandiri bagi koperasi-koperasi di Indonesia. Di tengah derasnya lembaga-lembaga keuangan swasta yang besar-besar, bahkan raksasa.

Kapan uang koperasi bisa berputar di koperasi itu sendiri, tidak lantas merembes ke bank-bank swasta. Self-financing koperasi ibarat bercita-cita setinggi langit, namun bukankah itu yang diajarkan oleh orang tua dan guru kita; gantungkanlah cita-citamu setinggi langit. Apakah kita terlalu takut jatuh sampai-sampai kita tak berani mencita-citakan langit.

Saya yakin suatu saat pasti koperasi bisa self-financing. Kelak akan ada orang-orang hebat, pemikir-pemikir brilian, eksekutor-eksekutor ulung, pemimpin-pemimpin yang visoner, yang akan membawa koperasi ke masa kejayaannya. Membangun koperasi yang pada ujungknya koperasi dapat membangun bangsa. Pada suatu titik orang akan jenuh memikirkan kesejahteraannya dirinya sendiri. Pada suatu saat orang akan mulai berpikir bahwa pemerataan kesejahteraan adalah jauh lebih penting. Suatu masa orang akan menemukan jawabannya di koperasi. Dan suatu saat, suatu masa itu bisa jadi dimulai sekarang.

kontributor : Rizki Ardi

- Copyright © Konsultan Koperasi -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -